02 February 2017
CoM UPH Mengembangkan Potensi Musisi Muda Melalui Komunitas Orkestra
Mengawali tahun baru bagi UPH Symphony Orchestra dan kegiatan di UPH, Conservatory of Music mempersembahkan karya Emperor Waltz dalam pertunjukan ‘BEETHOVEN AND THE ROMANTICS’
Michael B. Mulyadi, S.Kom., M.A., sebagai Konduktor UPH Symphony Orchestra, pada pertunjukan 'BEETHOVEN AND THE ROMANTICS'
 

Mengawali tahun baru bagi UPH Symphony Orchestra dan kegiatan di UPH, Conservatory of Music mempersembahkan karya Emperor Waltz, yang menjadi salah satu karya standar dalam konser perayaan tahun baru di Vienna, dalam pertunjukkan ‘BEETHOVEN AND THE ROMANTICS’ , di Auditorium UPH D501, pada 26 Januari 2017. Sebanyak 45 musisi yang memainkan 15 instrument musik, membawakan 9 Symphonykarya musisi abad 19. Ini untuk pertama kalinya juga Conservatory of Music (CoM) UPH mempersembahkan SymphonyOrchestra yang beranggotakan hampir seluruhnya dari mahasiswa CoM.

 

Menurut Michael B. Mulyadi, S.Kom., M.A., yang memimpin konser UPH Symphony Orchestra, pada pertunjukan ‘BEETHOVEN AND THE ROMANTICS’ kualitas para musisi muda, mahasiswa CoM UPH terbilang sangat baik dan sangat menjanjikan. “Ini adalah representasi talenta-talenta yang dimiliki oleh Indonesia yang kaya. Kami sangat bersyukur dapat dipercaya untuk mengembangkan potensi musik dari mahasiswa CoM UPH. Proses seleksi yang dilakukan oleh CoM beserta dengan program-program yang dilaksanakan tentunya mendukung proses penjaringan bibit-bibit terbaik dalam bidang musik yang kemudian dipersiapkan untuk menjadi musisi yang handal,” jelas Michael. Mahasiswa yang tergabung dalam UPH Symphony Orchestra, tidak hanya memiliki potensi dan talenta di bidang musik, tetapi juga memiliki dedikasi dalam peran-peran dan jabatan mereka di dalam orkestra maupun secara organisasi. Hal tersebut tampak dari performa dalam konser ini.

 

“Tapi bagaimanapun dalam peran mereka sebagai mahasiswa musik, mereka terus dilatih untuk mengembangkan potensi mereka agar optimal dan dipersiapkan menjadi lulusan yang dapat dibanggakan. Selain itu orkestra juga mendorong agar mereka menumbuhkan sikap professional dan disiplin sebagai seorang musisi,” tambah Michael. UPH Symphony Orchestra sendiri merupakan sebuah orkestra komunitas di mana juga beranggotakan musisi muda yang meiliki talenta di lingkup UPH dan sekitarnya. Karenanya setiap mahasiswa CoM pun dilatih untuk menjadi role model sekaligus juga kolega yang hangat bagi anggota orkestra UPH yang berasal dari luar komunitas CoM. Menurut Michael, potensi orkestra UPH sebagai sebuah unit sangatlah besar dan menjanjikan, baik sebagai organisasi, komunitas maupun medium pembelajaran baik untuk mahasiswa CoM maupun anggota komunitasnya yang lain. Dan kualitas tersebut tentunya bergantung dari setiap mahasiswa dan anggota yang berinteraksi di dalam orkestra ini, baik lewat musik maupun pergaulan sehari-hari.


Tentunya untuk tampil prima dibutuhkan kesiapan teknis dan kerjasama dari setiap anggota orkestra. Selain itu juga diperlukan latihan untuk stamina, baik fisik maupun mental untuk terus berkonsentrasi membawakan musik yang ada. Untuk membangun kesatuan yang padu sebagai sebuah ansambel, kuncinya: saling mendengarkan. Inilah yang kemudian membangun sebuah orchestra. Pemahaman pemain orkestra akan karya yang dibawakan, akan bentuk yang ingin dicapai sebagai sebuah unit yang menjadi representasi ide dari komponis juga harus disadari oleh para pemain. Di sini, pemahaman musik yang dibawakan dan alur dari pertunjukan juga sebaiknya dipahami oleh setiap musisi yang terlibat di dalamnya.

“Namun menurut saya ada satu hal yang diperlukan dan cukup krusial: yakni kemauan untuk mengkomunikasikan musik kepada penonton. Setiap aktor tidak hanya terlibat secara kognitif di dalam proses bermusik tapi juga secara afektif sehingga diharapkan dapat menyentuh pendengarnya,” tambah Michael. Tentunya baik Michael dan juga CoM UPH berharap orkestra ini terus berkembang dan melebarkan sayap, dan bukan hanya menjadi sebuah sarana mengajar bagi mahasiswa CoM namun dapat menjadi kebanggaan sekaligus aset bagi Universitas Pelita Harapan sebagai institusi pendidikan yang disegani. “Saya juga berharap bahwa musik dapat menjadi sarana membangun komunikasi dan kesepahaman antara beragam komunitas yang ada di UPH. Symphony Orchestradiharapkan juga semakin diperlengkapi oleh talenta dari fakultas lain maupun komunitas lain di sekitar UPH dan menjadi laboratorium di mana kolektivitas bermasyarakat terbangun. Langkah terkecil yang ingin kami coba wujudkan adalah membentuk Symphony Orchestrayang vibrant dan hangat sebagai komunitas, lalu kemudian perlahan membawa komunitas ini keluar premis UPH untuk menjadi duta UPH di lingkup masyarakat yang lebih luas,” ungkap Michael.

Rencana konser selanjutnya adalah di bulan Juni, bersamaan dengan rencana CoM untuk menyelenggarakan Concerto Competition, di mana bibit-bibit terbaik CoM dapat menampilkan musik dengan diiringi UPH SO. Konser ini tentunya akan jadi pengalaman mengasyikan bagi orkestra dan juga bagi para pemenang Concerto Competition yang akan merasakan pengalaman yang langka, yakni bermain sembari diiringi oleh orkestra simfoni. (rh)


Pertunjukkan UPH Symphony Orchestra pada 'BEETHOVEN AND THE ROMANTICS'

 

UPH Media Relations