24 July 2017
CoM UPH Mendorong Mahasiswa Memiliki Perspektif Bervariasi dalam Bermusik
Conservatory of Music (CoM) UPH terus berupaya untuk memiliki perspektif bervariasi dan luas mengenai musik. Upaya tersebut salah satunya seperti dengan menghadirkan acara kolaborasi antara UPH dengan universitas lainnya

Dosen dan Mahasiswa Conservatory of Music Bermain Gamelan pada Workshop Dr. J. Simon Van der Walt
 

Conservatory of Music (CoM) UPH terus berupaya untuk memiliki perspektif bervariasi dan luas mengenai musik. Upaya tersebut salah satunya seperti dengan menghadirkan acara kolaborasi antara UPH dengan universitas lainnya. Salah satunya melalui kunjungan dari Dr. J Simon Van der Walt, Kepala Program dari M.Mus Royal Conservatoire of Scotland pada 19 Juli 2017. Kunjungan kali ini berupa workshop untuk mengenalkan metode komposisi secara tradisional dan kontemporer. Pada workshop kali ini Dr. Van der Walt mengenalkan karya komposisi mereka termasuk komposisi musik ‘gamelan’ yang memang menjadi fokus dan hobinya kini. Bagi Antonius Priyanto, S.Ag., B.Cm., M.Mus., Dekan CoM UPH, kehadiran seorang composer ternama seperti Dr. Van Der Walt ini tentunya menambah nilai positif bagi mahasiswa CoM UPH, khususnya bagi mahasiswa konsentrasi Komposisi.

 

“Acara seperti ini tentunya sangat membantu kita semua. Kami berharap dengan kesempatan ini mahasiswa mampu terinspirasi untuk melihat musik dari perspektif baru. Musik itu sangat luas dan dalam, sehingga perlu digali dari beragam persepektif bebas dan kreatif. Salah satunya dengan kegiatan seperti ini yang mampu memberi wawasan bagi mahasiswa. Tentuny manfaat yang dirasakan, tidak hanya bagi mahasiswa Program Komposisi tapi juga untuk program peminatan yang lainnya,” ungkap Anton.
Anton juga menambahkan Program Peminatan Komposisi di UPH merupakan peminatan yang memang sudah ada sejak awal CoM UPH berdiri yaitu pada 2001. Banyak hal yang dilakukan untuk terus meningkatkan kualitas dari lulusan program Komposisi, salah satunya kegiatan kolaboratif seperti ini. Sebelumnya CoM UPH juga telah berkolaborasi dengan beberapa universitas internasional seperti Universitas Nebraska, Universitas Orlando, Universitas Estonia, dan lainnnya. Kunjungan Dr. Van der Walt kali ini juga tidak hanya sekedar workshop, namun sebagai tahap awal penjajakan kemungkinan kerja sama yang dapat dilakukan antara CoM UPH dengan Royal Conservatory of Scotland.

 

“Kami berharap para lulusan kami semakin dibekali. Melalui kunjungan Mr. Simon sebagai penjajakan awal ini, kami berharap akan hadir bentuk program kerja sama yang mungkin arahnya kepada performance, riset baik di bidang komposisi maupun bidang lainnya. Riset disini artinya adalah join-research mungkin di bidang musik elektronik, performance, tradisi, kontemporer. Atau juga joint-performance misalnya dari karya orisinil CoM UPH yang ditampilkan mereka, atau beragam kemungkinan lainnya yang dapat dijajaki. Sebagai poin penting, Royal Conservatory of Scotland sendiri merupakan salah satu konservatori terbaik di dunia yang dapat dijadikan sebagai benchmark. Jadi ini dapat menjadi nilai lebih bagi CoM UPH kedepannya,”papar Anton.

 

Lebih lanjut lagi, program peminatan Komposisi UPH memiliki keunggulan terkait diversiasi. CoM UPH berupaya terus mendorong mahasiswa agar menjadi seniman yang aktif dan berdampak. Dengan keunikan yang mereka miliki sejak awal, CoM UPH akan selalu mendukung dan tidak membatasi daya kreativitas mereka, serta membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir terstruktur dengan estetika mantap. Para lulusan Komposisi UPH didorong untuk selalu mempertahankan identitias dan keunikan mereka untuk dituangkan ke dalam karya mereka masing-masing. Hal ini agar para lulusan tidak hanya memiliki skill semata, namun memiliki jiwa seni mendalam di setiap karyanya. Peminatan Komposisi sendiri setiap tahunnya rata-rata telah meluluskan 5-6 komposer sejak 2001, dan para lulusan menurut Anton merupakan para seniman yang aktif berkontribusi di industrial music, menjadi seniman composer di Indonesia bahkan hingga internasional, salah satunya Andra Prayogi yang kini menjadi composer di Hollywood. Penekanan Anton sebagai Dekan CoM agar para lulusan memiliki jiwa seni dan estetika mendalam, juga didukung oleh Dr. Van Der Walt, yang berharap dapat bekerjasama dengan CoM untuk menghasilkan komposer berkualitas. (MT)

 

 

UPH Media Relations